128 Pemuda Luwu Timur Digembleng Jadi Wirausaha, Dari Ide Usaha hingga Pemasaran Digital
Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur Muhammad Safaat DP.
Luwu Timur, celebesaktual.id - Upaya memperluas lahirnya pelaku usaha baru di Kabupaten Luwu Timur menyasar generasi muda. Sebanyak 128 peserta dari desa dan kelurahan se-Luwu Timur mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Pemula yang digelar Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Parmudora) selama dua hari, 6–7 Agustus 2026, di Hotel Sikumbang Tomoni.
Peserta berasal dari kalangan pemuda berusia 16–30 tahun, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga calon wirausaha pemula. Materi pelatihan diarahkan pada kemampuan praktis yang dibutuhkan untuk merintis dan mengembangkan usaha.
Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Bupati Luwu Timur Bidang Hukum dan Pemerintahan, Aswan Asiz, Kamis (6/8/2026). Hadir pula Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur Muhammad Safaat DP., Camat Tomoni Darwin, sejumlah perwakilan OPD, serta narasumber dari Lembaga Master Education Center Makassar.
Dalam sambutannya, Aswan Asiz menempatkan pelatihan tersebut sebagai ruang belajar bagi peserta untuk memperoleh bekal sebelum terjun lebih jauh ke dunia usaha. Menurutnya, keberanian memulai dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun usaha.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Saya berharap selama dua hari ke depan seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan menggali pengalaman dari para narasumber,” kata Aswan.
Ia juga mengajak peserta tidak terpaku pada besarnya modal ketika hendak memulai usaha. Menurutnya, bisnis dapat dibangun dari skala kecil dengan mengandalkan ketekunan, disiplin, keberanian mengambil langkah pertama, serta kemauan mengembangkan kemampuan.
“Jangan takut memulai usaha dari skala kecil. Banyak pengusaha sukses yang lahir dari keberanian mengambil langkah pertama, ketekunan, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, penguatan kapasitas pelaku usaha muda menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Wirausaha baru tidak hanya membuka peluang pendapatan bagi pelakunya, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur, Muhammad Safaat DP., menjelaskan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemuda dan pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usaha yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing.
Peserta tidak hanya diperkenalkan pada dasar-dasar kewirausahaan, tetapi juga dibekali kemampuan membaca peluang usaha, menyusun business plan, mengelola keuangan desa, serta memanfaatkan pemasaran digital.
“Selain itu, juga agar peserta mengenal konsep kewirausahaan, mengidentifikasi peluang usaha, terampil dalam penyusunan business plan dan pengelolaan keuangan desa, kemampuan pemasaran digital dan akhirnya mendorong lahirnya wirausaha baru di Luwu Timur,” jelas Muhammad Safaat.
Rangkaian pelatihan selama dua hari tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mempertemukan gagasan usaha dengan pengetahuan praktis. Dari mengenali peluang, menyusun rencana bisnis, mengelola keuangan hingga memasarkan produk secara digital, peserta diarahkan agar memiliki gambaran lebih konkret dalam menjalankan usaha.
Pemkab Luwu Timur menempatkan pengembangan kewirausahaan pemuda sebagai salah satu jalur untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi daerah. ***
