Balantang Rebut Piala Kemerdekaan Malili Lewat Adu Penalti
Luwu Timur, celebesaktual.id - Desa Balantang keluar sebagai kampiun Piala Kemerdekaan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Malili, setelah menundukkan Lakawali Pantai melalui drama adu penalti 3-2, Minggu (16/8/2026).
Laga final berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua kesebelasan saling berbalas serangan hingga pertandingan berakhir dengan kedudukan 1-1. Tidak ada pemenang dalam waktu normal, sehingga gelar juara harus ditentukan lewat titik putih.
Dalam adu penalti, Balantang mampu menjaga ketenangan dan menuntaskan peluang dengan lebih baik. Skor 3-2 mengantarkan Balantang mengangkat trofi juara sekaligus menutup rangkaian turnamen dengan kemenangan.
Penutupan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparmudora) Luwu Timur, Muhammad Adi Safaat, yang mewakili Bupati Luwu Timur. Turut hadir Camat Malili, Kapolsek Malili, Danramil Malili, Ketua KONI Luwu Timur, para kepala desa, Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat.
Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung setelah seluruh pertandingan rampung. Kapolsek Malili menyerahkan hadiah kepada para juara tiga bersama, sedangkan penghargaan juara kedua diserahkan oleh Camat Malili. Trofi juara pertama diberikan Kadisparmudora Luwu Timur didampingi Ketua KONI Luwu Timur dan Camat Malili.
Persaingan tidak hanya berlangsung di cabang sepak bola. Pada sepak takraw, Desa Baruga menjadi juara pertama, Puncak Indah menempati posisi kedua, sementara Lakawali Pantai dan Atue berbagi gelar juara bersama.
Di sektor voli putra, Lakawali Pantai meraih juara pertama, disusul Laskap sebagai juara kedua. Puncak Indah dan Desa Harapan menjadi juara bersama.
Sementara itu, Wewangriu tampil sebagai juara pertama pada voli putri. Laskap berada di posisi kedua, sedangkan Kelurahan Malili dan Tarabbi meraih status juara bersama.
Ketua panitia, Sampowali, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Ia secara khusus menyoroti peran tim medis yang selalu berada di lokasi untuk memberikan pelayanan selama pertandingan.
“Terima kasih kepada tim medis yang selalu siaga dalam setiap pertandingan, serta Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat atas partisipasi dan dukungannya,” ujarnya.
Berakhirnya Piala Kemerdekaan tingkat Kecamatan Malili tidak sekadar menandai selesainya rangkaian pertandingan. Kompetisi antardesa dan kelurahan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan warga, memperkuat persaudaraan, sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. ***
