Bangkit Revormansyah Apresiasi Gerakan Literasi KOMPLIT, Ruang Diskusi Publik Dinilai Penting bagi Masyarakat

Asmar Alam DPRD LUWU TIMUR 23 Oktober 2026 2 kali Bangkit Revormansyah Apresiasi Gerakan Literasi KOMPLIT, Ruang Diskusi Publik Dinilai Penting bagi Masyarakat

Luwu Timur, celebesaktual.id - Gerakan literasi tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas atau perpustakaan. Kedai kopi, ruang terbuka, hingga tempat berkumpul masyarakat juga dapat menjadi wadah untuk membangun tradisi berpikir kritis. Pandangan inilah yang disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Bangkit Revormansyah, saat mengunjungi ruang diskusi Komunitas Pegiat Literasi Luwu Timur (KOMPLIT).

Kunjungan tersebut berlangsung di Kedai Kopi Ramiza, tepat di samping Lapangan Pendidikan, Malili, Jumat (23/10/2026). Di bawah rindangnya pohon pinus, Bangkit berbaur dalam ruang dialog yang menjadi salah satu pusat aktivitas literasi KOMPLIT.

Ia menilai, pendekatan literasi yang dibangun KOMPLIT menawarkan cara berbeda dalam mendekatkan pengetahuan kepada masyarakat. Diskusi yang dikemas secara santai dan terbuka memungkinkan siapa saja terlibat, tanpa dibatasi latar belakang pendidikan, profesi, maupun status sosial.

Menurut Bangkit, literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami persoalan, menguji informasi, serta membangun pandangan melalui pertukaran gagasan.

“Gerakan literasi seperti ini penting karena membuka ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan memahami berbagai persoalan secara lebih kritis,” ujarnya.

Bangkit juga melihat ruang diskusi publik memiliki fungsi lebih luas dari sekadar tempat berbagi pengetahuan. Forum seperti yang dibangun KOMPLIT dapat menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk dalam membicarakan berbagai persoalan pembangunan daerah.

Dengan adanya dialog yang terbuka, aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui percakapan yang lebih cair. Di sisi lain, para pemangku kepentingan juga memiliki kesempatan untuk mendengar langsung sudut pandang masyarakat.

Gerakan KOMPLIT yang mulai digencarkan sejak September 2026 ini memang menghadirkan konsep literasi di luar pola konvensional. Kedai kopi dan ruang terbuka dipilih sebagai tempat mempertemukan berbagai kalangan untuk membicarakan isu sosial, pemerintahan, pendidikan, hingga pengembangan wawasan.

Dalam perjalanannya, ruang diskusi tersebut telah menarik perhatian sejumlah kalangan, mulai dari anggota DPRD, jaksa, aparat kepolisian, pejabat daerah hingga jurnalis.

Kehadiran berbagai latar belakang profesi itu memperlihatkan bahwa diskusi publik dapat menjadi ruang pertemuan lintas sektor. Meja dan kursi sederhana di bawah pohon pinus justru menjadi tempat bertemunya beragam perspektif dalam membahas persoalan daerah.

Apresiasi Bangkit terhadap aktivitas KOMPLIT sekaligus menunjukkan bahwa gerakan literasi berbasis masyarakat memiliki ruang untuk berkembang melalui dukungan berbagai elemen, termasuk lembaga legislatif.

Bagi KOMPLIT, literasi bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan pandangan, dan merespons persoalan dengan pemikiran yang rasional.

Melalui ruang diskusi yang terbuka bagi berbagai kalangan, KOMPLIT terus memperkenalkan budaya dialog sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Luwu Timur. Sebuah upaya sederhana yang menempatkan kedai kopi bukan hanya sebagai tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga sebagai ruang bertukar pikiran dan memperkaya perspektif. ***

clm-8