Dinas Pertanian Luwu Timur Percepat Persiapan Mesin Pengolahan Kakao di Program Pandu Juara
Luwu Timur, celebesaktual.id - Program Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera (Pandu Juara) memasuki tahap percepatan pelaksanaan. Salah satu perangkat daerah yang mendapat peran penting dalam tahapan tersebut adalah Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, khususnya dalam menyiapkan kebutuhan mesin pengolahan kakao.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Progres Pelaksanaan Program Pandu Juara Tahun 2026 yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Ruang Rapat Pimpinan Bupati, Selasa (14/7/2026) malam.
Rapat tersebut menjadi forum evaluasi perkembangan program sekaligus menyelaraskan pekerjaan antarperangkat daerah agar setiap tahapan Pandu Juara dapat bergerak sesuai target.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian memiliki tugas menyiapkan data perbandingan harga serta kebutuhan mesin pengolahan kakao. Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses persiapan pengadaan sarana pendukung program, terutama untuk mendorong pengolahan komoditas kakao agar memberikan nilai tambah di tingkat desa.
Bupati Irwan Bachri Syam menekankan pentingnya hasil yang dapat terlihat pada akhir tahun. Menurutnya, pelaksanaan Pandu Juara tidak berhenti pada tahapan administrasi, tetapi harus mulai menghasilkan kegiatan produksi yang dapat menjadi pijakan pengembangan program pada 2027.
“Yang terpenting di akhir tahun ini harus bisa berproduksi, ada hasil yang terlihat agar di tahun 2027 dapat membuahkan hasil. Saya juga minta kepada instansi terkait untuk proaktif melaksanakan program ini,” tegas Irwan.
Dorongan tersebut menempatkan percepatan kerja perangkat daerah sebagai salah satu faktor penting dalam memastikan program berjalan di lapangan. Setiap instansi diminta segera menyelesaikan tugas sesuai kewenangan masing-masing, termasuk kebutuhan data, penyusunan dokumen, hingga tahapan pengadaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Awaluddin Anwar, mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan karena Pandu Juara melibatkan sejumlah perangkat daerah dengan tugas yang saling berkaitan.
Selain Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Bapperida, Unit Layanan Pengadaan (ULP), serta instansi teknis lainnya turut terlibat dalam pelaksanaan program.
Awaluddin menjelaskan, pembagian tugas mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP), penyediaan data pembanding harga untuk berbagai kebutuhan, serta penyusunan dokumen pengadaan.
Pada sektor pertanian, kebutuhan mesin pengolahan kakao menjadi salah satu fokus yang tengah dipersiapkan. Sementara itu, Dinas Perikanan bertugas menyediakan data kebutuhan mesin dan peralatan untuk mendukung sektor perikanan. ULP memberikan pendampingan dalam penyusunan dokumen pengadaan agar prosesnya berjalan sesuai ketentuan.
Rakor juga membahas percepatan kepengurusan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) melalui pendampingan pihak yang berkompeten. Selain itu, pemerintah daerah merencanakan komunikasi dengan Bulog Wilayah Palopo untuk menjajaki kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Bupati Irwan kemudian meminta hasil rapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh perangkat daerah. Perkembangan pelaksanaan Pandu Juara akan kembali dipantau pada pekan berikutnya, dengan fokus pada capaian konkret dari setiap tugas yang telah dibagi.
Bagi Dinas Pertanian, percepatan penyediaan data kebutuhan dan perbandingan harga mesin pengolahan kakao menjadi salah satu pekerjaan yang perlu segera dituntaskan untuk mendukung tahapan berikutnya. Dengan demikian, sektor pertanian dapat mengambil peran langsung dalam menggerakkan produksi dan pengolahan komoditas unggulan desa melalui Program Pandu Juara. ***
