DPRD Luwu Timur Dorong Perpustakaan Bertransformasi Jadi Pusat Pemberdayaan Warga
Luwu Timur, celebesaktual.id - Pengembangan perpustakaan di Kabupaten Luwu Timur mulai diarahkan tidak sekadar pada peningkatan koleksi dan layanan baca. Perpustakaan dipandang perlu mengambil peran yang lebih luas sebagai ruang belajar, pengembangan keterampilan, sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat.
Gagasan tersebut menjadi salah satu hasil yang dibawa DPRD Kabupaten Luwu Timur setelah melakukan kunjungan konsultasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, menyebut kunjungan itu memberikan sejumlah referensi yang dapat diterapkan dalam pengembangan perpustakaan di daerah. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah penerapan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Menurut Rusdi, konsep tersebut mengubah cara pandang terhadap fungsi perpustakaan. Kehadiran perpustakaan tidak berhenti pada aktivitas membaca dan meminjam buku, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Kamis (20/8/2026).
“Perpustakaan tidak lagi hanya tempat membaca buku. Perpustakaan harus menjadi ruang tumbuh masyarakat, tempat belajar, berkarya, meningkatkan keterampilan, bahkan membantu masyarakat mendapatkan solusi terhadap persoalan kehidupan,” ujar Rusdi.
Melalui pendekatan inklusi sosial, perpustakaan dapat membuka akses pengetahuan kepada kelompok masyarakat yang lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh kemudian dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kemandirian warga.
Bagi DPRD Luwu Timur, pola tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan daerah. Perpustakaan dapat ditempatkan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat, terutama melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan dan potensi warga di tingkat lokal.
Kunjungan ke Maros dan tingkat provinsi juga menjadi ruang bagi DPRD untuk melihat berbagai program serta pola pengelolaan perpustakaan yang dapat dijadikan referensi. Masukan dari dua lokasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan dalam menyusun pengembangan program literasi di Luwu Timur.
Rusdi menilai penguatan perpustakaan perlu berjalan seiring dengan dukungan berbagai pihak. Dengan pengelolaan program yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, perpustakaan dapat memiliki fungsi yang lebih strategis dalam memperluas akses pengetahuan dan mendorong peningkatan kapasitas warga.
“Harapan kami, apa yang kami dapatkan dari dua kunjungan ini bisa dikembangkan di Luwu Timur. Kita ingin perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” pungkasnya. ***
