Inovasi Kepemimpinan Luwu Timur Dorong Penguatan Sektor Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Asmar Alam PEMKAB LUWU TIMUR 31 Juli 2026 3 kali Inovasi Kepemimpinan Luwu Timur Dorong Penguatan Sektor Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Makassar, celebesaktual.id - Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu arah penting dari inovasi yang lahir melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026. Dari enam peserta asal Kabupaten Luwu Timur yang menuntaskan program tersebut, salah satunya membawa gagasan yang secara langsung menyasar tata kelola penyaluran sarana produksi pertanian kepada petani.

Gagasan tersebut dituangkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Subhang, S.Pt., M.Si., melalui proyek perubahan MELIMPAH (Mengelola Penyaluran Saprodi Menuju Petani Maju dan Sejahtera).

MELIMPAH menjadi salah satu inovasi yang menempatkan pengelolaan sarana produksi pertanian sebagai bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Tata kelola penyaluran saprodi yang lebih terarah menjadi kebutuhan strategis, mengingat ketersediaan dan akses terhadap sarana produksi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan usaha tani.

Gagasan di sektor pertanian itu menjadi bagian dari 70 proyek perubahan peserta PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang resmi ditandai dengan pelepasan peserta oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKPM) LAN RI di Makassar, Jumat (31/07/2026).

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap peningkatan kapasitas aparatur, termasuk para pejabat yang membawa inovasi untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Enam peserta asal Luwu Timur mengikuti seluruh rangkaian PKN melalui metode blended learning. Selain MELIMPAH di bidang pertanian, inovasi lainnya mencakup penguatan pendapatan daerah melalui SIGAP, peningkatan pelayanan perizinan melalui SIMPADI PTSP, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran desa melalui RANCANG DESA, pengelolaan lingkungan melalui SINAR 3R, serta penguatan tata kelola tenaga ajar dan pelajar melalui SI-PINTAR JUARA.

Kepala Pusjar SKPM LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., menyebut keberhasilan pelatihan merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur dalam ekosistem pembelajaran. Proyek perubahan yang dihasilkan peserta menjadi instrumen untuk menerjemahkan pembelajaran kepemimpinan ke dalam inovasi di lingkungan pemerintahan.

Bagi Luwu Timur, kehadiran MELIMPAH memberi warna tersendiri karena menyentuh sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Penguatan tata kelola saprodi tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga dengan bagaimana dukungan pemerintah dapat menjangkau petani secara lebih efektif.

Sementara itu, Kepala LAN RI yang diwakili Sekretaris Utama, Dr. Andi Taufik, M.Si., menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam membangun birokrasi yang tangguh, berdaya saing, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

PKN Tingkat II sendiri menjadi bagian dari pengembangan kapasitas kepemimpinan birokrasi sebagaimana diarahkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Pembelajaran yang dijalani peserta diarahkan untuk melahirkan aparatur yang mampu mengelola perubahan, membangun kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak bagi organisasi serta masyarakat.

Dengan demikian, sektor pertanian Luwu Timur turut mendapat ruang dalam agenda inovasi birokrasi melalui MELIMPAH. Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kapasitas kepemimpinan aparatur dapat diterjemahkan ke dalam langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola dukungan pemerintah kepada petani. ***

clm-8