Jaga Ekosistem Laut, Pemkab Lutim Dukung Restorasi Terumbu Karang Pulau Bulu Polo’e

Asmar Alam PEMKAB LUWU TIMUR 14 September 2026 11 kali Jaga Ekosistem Laut, Pemkab Lutim Dukung Restorasi Terumbu Karang Pulau Bulu Polo’e Foto: istimewa

Luwu Timur, celebesaktual.id - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai memberi perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan Pulau Bulu Polo’e, kawasan yang dinilai memiliki potensi wisata bahari sekaligus menjadi bagian dari pengembangan geosite Geopark Matano.

Perhatian tersebut mengemuka dalam rapat persiapan aksi bersih pantai dan transplantasi terumbu karang yang digagas PT Citra Lampia Mandiri (CLM) bersama lintas sektor di Cafe Legend, Puncak Indah, Malili, Senin (14/9/2026).

Hasil survei di lapangan menunjukkan adanya persoalan sampah plastik di sekitar pesisir dan perairan Pulau Bulu Polo’e. Sejumlah titik terumbu karang juga ditemukan dalam kondisi kritis dan membutuhkan upaya pemulihan.


Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur akan mengambil bagian dalam pemetaan kawasan, khususnya untuk mengetahui titik-titik dengan konsentrasi sampah paling banyak.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Luwu Timur, Esti Purwaningsih, mengatakan pemetaan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan sampah di kawasan pulau.

Selain pemetaan, DLH juga akan menyiapkan papan imbauan mengenai larangan membuang sampah. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kebersihan kawasan setelah kegiatan pembersihan dilakukan.

Dari sektor pariwisata, Pemkab Luwu Timur melihat Pulau Bulu Polo’e bukan hanya sebagai kawasan yang perlu dijaga ekosistemnya, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.

Kepala Bidang Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Disparmudora Luwu Timur, Andi Irfan Saputra, mengungkapkan Pulau Bulu Polo’e telah masuk dalam rencana pengembangan destinasi wisata daerah. Kawasan tersebut juga telah memiliki master plan dan menjadi bagian dari geosite Geopark Matano.

“Pulau Bulu Polo’e sudah masuk dalam perencanaan pengembangan destinasi pariwisata daerah,” ujar Andi Irfan.

Rencana pemerintah daerah tersebut berjalan beriringan dengan kegiatan restorasi yang akan dilakukan PT CLM. Perusahaan menyiapkan sekitar 500 hingga 1.000 unit spider sebagai media transplantasi terumbu karang pada area sekitar 0,5 hektare.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung 27 September 2026, dengan persiapan di lokasi dimulai sehari sebelumnya. Sekitar 50 peserta dari berbagai unsur akan terlibat, termasuk pemerintah daerah, TNI AL, Polairud, komunitas lingkungan, Karang Taruna, media dan masyarakat.

Danposal Lampia Lettu Laut Yosef Rusuk Dasa mengatakan hasil penyelaman menemukan beberapa titik yang layak menjadi lokasi transplantasi. Pihaknya juga menyiapkan sekitar 250 unit spider tambahan.

Sementara Kasat Polairud Polres Luwu Timur AKP Djemi Ramos memastikan kesiapan personel dan speedboat untuk mendukung mobilisasi selama kegiatan berlangsung.

Bagi Pemkab Luwu Timur, pemulihan ekosistem Pulau Bulu Polo’e menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pengembangan kawasan. Kebersihan pesisir, kesehatan terumbu karang dan pengelolaan wisata perlu berjalan beriringan agar potensi bahari pulau tersebut dapat dikembangkan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***

clm-8