Jihadin Peruge: Anak Yatim Butuh Pendampingan, Bukan Sekadar Santunan

Asmar Alam DPRD LUWU TIMUR 13 Juli 2026 14 kali Jihadin Peruge: Anak Yatim Butuh Pendampingan, Bukan Sekadar Santunan

Luwu Timur, celebesaktual.id - Perhatian terhadap anak-anak yatim di Kabupaten Luwu Timur mulai diarahkan pada pola pembinaan yang lebih berkelanjutan. DPRD Luwu Timur menilai rencana pembangunan pondok yatim dan pengembangan program Yatim Village dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan serta pemberdayaan anak-anak yatim di daerah.

Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri Muharram Fest 1448 Hijriah di kediaman pribadi Bupati Luwu Timur, Malili, Senin (13/7/2026).

Menurut Jihadin, perhatian kepada anak yatim tidak semestinya hanya muncul dalam kegiatan keagamaan atau agenda sosial tertentu. Yang lebih penting, terdapat pola pendampingan yang mampu berlangsung secara konsisten dan memberi ruang bagi anak-anak tersebut untuk mendapatkan pendidikan, pembinaan karakter, serta keterampilan.

“DPRD tentu mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim. Pembangunan pondok yatim dan pengembangan Yatim Village merupakan investasi sosial yang akan berdampak besar bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Ia menyebut pondok yatim bukan sekadar fasilitas tempat tinggal. Keberadaannya dapat dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan yang membantu anak-anak yatim membangun kepercayaan diri, kemampuan sosial, serta kemandirian.

Dalam pandangannya, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah dan DPRD dapat mengambil peran melalui kebijakan dan dukungan anggaran, sementara dunia usaha, organisasi sosial, yayasan, serta masyarakat dapat memperluas dukungan melalui berbagai bentuk kegiatan.

Jihadin juga mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Sorowako dalam pelaksanaan Muharram Fest. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang untuk mempererat kepedulian terhadap anak-anak yatim sekaligus mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan sosial.

“Anak-anak yatim membutuhkan pendampingan yang konsisten. Jika semua pihak bergotong royong, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berpendidikan, dan mampu berkontribusi bagi daerah,” katanya.

Suasana Muharram Fest juga meninggalkan kesan tersendiri bagi Jihadin. Ia menyoroti interaksi langsung Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler dengan anak-anak yatim selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kehadiran dan perhatian langsung dari pimpinan daerah memiliki makna penting bagi anak-anak. Sikap tersebut dapat menumbuhkan rasa dihargai sekaligus memperkuat kepercayaan diri mereka.

Jihadin menilai pembangunan Luwu Timur tidak cukup dilihat dari capaian infrastruktur dan pembangunan fisik. Perhatian terhadap kelompok yang membutuhkan perlindungan, termasuk anak-anak yatim, juga menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia di daerah.

Karena itu, penguatan pondok yatim dan Yatim Village dinilai perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda sosial yang mampu memberikan manfaat jangka panjang, sehingga anak-anak yatim memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pembinaan, keterampilan, dan kesempatan untuk membangun masa depan secara mandiri.

clm-8