Rapat Pipa Minyak Balambano Tanpa PT Vale, DPRD Lutim Layangkan Kecaman
LUWU TIMUR, celebesaktual.id — Polemik rute pemasangan pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk di Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, kembali memanas. Rapat lanjutan yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur bersama masyarakat Desa Balambano, Senin (28/9/2026), justru berlangsung tanpa kehadiran pihak manajemen perusahaan.
Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Wasuponda itu sedianya dimulai pukul 13.30 WITA. Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan langsung terhadap jalur proyek pipa minyak PT Vale yang dilakukan bersama sejumlah pihak pada Senin (21/9/2026).
Ketidakhadiran perusahaan sontak menuai kecaman dari DPRD Luwu Timur. Komisi III menilai absennya PT Vale tidak sekadar persoalan ketidakhadiran dalam sebuah forum, tetapi juga menunjukkan bahwa kesepakatan yang telah dibangun bersama pemerintah dan masyarakat tidak dijalankan secara konsisten.
Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Muh. Rivaldi, menyebut keputusan perusahaan untuk tidak menghadiri rapat sebagai tindakan sepihak.
“Ketidakhadirannya PT Vale Indonesia di rapat hari ini adalah bentuk sikap kesewenang-wenangan. Pertemuan ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk dilaksanakan. Pihak perusahaan tidak bisa secara sepihak meminta waktu pertemuan diundur,” tegas Rivaldi di hadapan peserta rapat.
Rivaldi menegaskan, forum tersebut bukan agenda yang muncul secara tiba-tiba. Jadwal pertemuan telah disepakati setelah seluruh pihak turun langsung melihat kondisi jalur pemasangan pipa di Dusun Balambano.
Bahkan, dalam peninjauan lapangan tersebut, para pihak menyepakati penghentian sementara seluruh aktivitas pemasangan pipa minyak PT Vale sampai persoalan rute memperoleh penyelesaian yang dapat diterima bersama.
Sikap serupa disampaikan anggota DPRD Luwu Timur dari daerah pemilihan Wasuponda, Andi Ahmad. Ia mengaku kecewa lantaran manajemen perusahaan tidak hadir dalam forum yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat setempat.
“Sebagai anggota DPRD dari dapil Wasuponda, saya meluapkan kekecewaan mendalam kepada PT Vale Indonesia. Ini betul-betul secara terang-terangan tidak menghargai Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur,” ujar Andi Ahmad.
Bagi DPRD, persoalan rute pipa tidak hanya berkaitan dengan teknis pekerjaan proyek, tetapi juga menyangkut komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah kegiatan.
Rapat tersebut tetap berjalan meski tanpa perwakilan PT Vale. Sejumlah unsur hadir, mulai dari Sekretaris Camat Wasuponda, Kepala Desa Balambano, kepala dusun, Ketua BPD, hingga tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan warga Desa Balambano.
Ketidakhadiran pihak perusahaan membuat penyelesaian persoalan rute pipa belum menemukan titik akhir. Pemerintah daerah dan masyarakat pun masih menunggu kehadiran PT Vale untuk membahas persoalan tersebut secara langsung dalam forum bersama.
Di tengah situasi itu, warga Desa Balambano meminta perusahaan tidak mengabaikan ruang dialog yang telah dibuka pemerintah daerah dan DPRD. Penyelesaian persoalan rute pipa dinilai perlu dilakukan melalui pembahasan terbuka agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. ***
