celebesaktual.id — LUWU TIMUR, Dalam acara silaturahmi yang dihadiri sekitar 200 warga Desa Mantadulu, Akbar Andi Leluasa, calon wakil bupati pendamping Budiman, memaparkan program unggulan terkait penyiapan tenaga kerja generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di tengah kekhawatiran masyarakat terkait rencana pembangunan tambang di desa mereka.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu warga menyuarakan kekhawatirannya terkait dampak lingkungan dan sosial yang dapat ditimbulkan oleh kehadiran tambang. Masyarakat khawatir tentang penggusuran lahan pertanian dan perkebunan yang tidak adil, serta kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. Masyarakat berharap pemerintah daerah melindungi hak-hak warga. Aktivitas pengeboran dan pengambilan sampel tanah yang dilakukan oleh pihak tambang juga disebut telah memicu keresahan lebih lanjut di kalangan warga.
Merespons kegelisahan tersebut, Akbar mengakui bahwa keberadaan tambang dapat menjadi rahmat bagi daerah jika dikelola dengan baik. Namun, ia menekankan pentingnya antisipasi terhadap dampak negatif yang mungkin muncul. "Tambang dan kandungan mineral adalah karunia Tuhan yang harus kita syukuri, tetapi masyarakat tidak boleh dirugikan. Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menginisiasi dialog antara masyarakat, pemilik tambang, dan pemerintah setempat sebelum kegiatan tambang dimulai. Harus ada pembahasan mengenai dampak lingkungan dan sosial serta peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujar Akbar dengan tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Akbar juga memaparkan program unggulan paslon Budiman-Akbar, yang berfokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) generasi muda. Program ini mencakup pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi, yang tidak hanya bermanfaat di sektor pertambangan, tetapi juga di berbagai sektor lain. Menurut Akbar, program ini dirancang untuk menciptakan generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja, baik di bidang tambang maupun sektor-sektor lainnya.
Selain itu, Akbar memberikan motivasi kepada para petani agar tetap optimis. Ia menyoroti bahwa kebutuhan pangan dari industri tambang nantinya akan membuka peluang baru bagi mereka. "Kita masih akan butuh pasokan beras, ikan, dan ternak. Jadi, petani harus tetap semangat karena peluang tetap ada untuk mendukung industri ini," tuturnya.
Dengan penekanan pada peningkatan keterampilan generasi muda, Akbar berharap program ini dapat menciptakan keseimbangan antara perkembangan industri tambang dan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia juga berjanji akan terus memperjuangkan dialog terbuka dan solusi terbaik untuk semua pihak yang terdampak oleh rencana pembangunan tambang. (Zzz)