Anggota DPRD Lutim Dorong Pengembangan KIM dan Ingatkan Generasi Muda Siapkan Kompetisi

Foto Istimewa.

CELEBESAKTUAL.ID, LUWU TIMUR - Anggota DPRD Luwu Timur, Muhammad Nur, menilai pengembangan Kawasan Industri Malili (KIM) sebagai langkah strategis dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan profesional.

Menurutnya, kawasan industri tersebut merupakan wujud nyata hilirisasi industri, mulai dari pengolahan bahan mentah, setengah jadi, hingga menjadi produk bernilai tambah.

“Artinya, tidak berhenti di hulu, tapi sampai ke hilir. Ini penting agar daerah kita ikut menikmati nilai tambah dari proses industri,” jelas Muhammad Nur.

Ia menyebut bahwa pengembangan KIM diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 3.000 hingga 4.000 hektare, yang secara langsung berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Meski demikian, Muhammad Nur mengingatkan agar generasi muda Luwu Timur tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja kasar di daerahnya sendiri.

“Jangan sampai putra-putri Luwu Timur hanya jadi helper, nanti malah cuma jadi ‘bemper’. Kita harus siapkan diri dengan keterampilan dan kompetensi agar bisa bersaing,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa manajemen PT IHIP, selaku pengelola kawasan industri, telah memaparkan rencana kerja mereka di DPRD Luwu Timur. Berdasarkan pemaparan tersebut, proses perizinan direncanakan berlangsung pada tahun 2025 hingga 2027.

Muhammad Nur berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik agraria maupun sosial.

“Kawasan ini membutuhkan lahan yang luas. Jika potensi konflik dapat diredam sejak awal, pembangunan bisa berjalan cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.