Luwu Timur, celebesaktual.id - Aula Kantor Kecamatan Angkona, Jumat (05/12/2025), terasa berbeda dari biasanya. Deretan mahasiswa dengan wajah penuh semangat memenuhi ruangan, membawa harapan dan gagasan besar tentang masa depan daerahnya. Di tempat inilah Kongres XII Himpunan Mahasiswa (HAM) Luwu Timur Batara Guru digelar, menjadi ruang temu antara idealisme mahasiswa dan arah pembangunan daerah.
Kongres yang mengusung tema “Dari Transformasi, Membangun Kolaborasi untuk Mengawali Investasi di Daerah” ini turut dihadiri Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol terbukanya ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan berbicara lugas namun penuh motivasi. Ia menegaskan bahwa Luwu Timur memiliki potensi investasi yang besar dan telah menarik perhatian investor nasional hingga mancanegara. Namun, menurutnya, peluang itu tidak boleh hanya dinikmati oleh perusahaan besar.
“Luwu Timur ini memiliki investasi yang baik. Investor dari mancanegara saja tertarik datang ke daerah kita. Maka jangan sampai generasi kita kalah. Keluarkan jiwa usahanya, potensi kita sangat mumpuni,” ujar Irwan, disambut tepuk tangan para mahasiswa.
Pesan itu seolah mengetuk kesadaran banyak peserta kongres. Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai pengkritik kebijakan, tetapi juga diharapkan menjadi pelaku pembangunan—melalui inovasi, kewirausahaan, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Ketua Panitia Kongres XII, Muh. Hidayat Rasdin, menjelaskan bahwa kongres ini bukan hanya agenda rutin organisasi. Selain memilih kepengurusan baru, forum ini menjadi momentum merumuskan arah gerakan strategis HAM-Lutim agar mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Senada dengan itu, Pendiri HAM-Lutim Batara Guru, Juddin Sira, menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, mahasiswa, pemerintah, dan dunia industri harus berjalan beriringan agar peran mahasiswa tidak berhenti pada kritik, tetapi berlanjut pada aksi nyata.
Kongres XII ini kemudian ditutup dengan diskusi hangat dan penyampaian rekomendasi mahasiswa. Isu transformasi ekonomi, penguatan investasi lokal, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sorotan utama—menandai keseriusan mahasiswa dalam memikirkan masa depan Luwu Timur.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lutim Andi Juana Fachruddin, Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Joni Patabi, Camat Angkona Putu Gede Sudarsana, Anggota DPRD Luwu Timur, perwakilan PT Vale Indonesia Iskandar, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Di akhir acara, satu hal terasa jelas: di tangan para mahasiswa inilah, mimpi besar tentang Luwu Timur yang mandiri dan berdaya saing mulai dirajut—pelan, namun penuh keyakinan.***