Luwu Timur, celebesaktual.id - Suasana Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, masih menyisakan jejak kepanikan sehari setelah angin puting beliung menerjang kawasan tersebut. Atap rumah yang beterbangan, dinding yang roboh, hingga barang-barang rumah tangga yang berserakan menjadi pemandangan yang tak mudah dilupakan warga.
Sebanyak 16 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri dari 14 rumah warga dan 2 rumah empang. Kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak sedang, bahkan beberapa di antaranya hampir tak lagi layak huni.
Di tengah kondisi tersebut, warga berusaha bangkit secara gotong royong. Sejumlah keluarga tampak membersihkan puing-puing rumah mereka, sementara yang lain menumpang sementara di rumah kerabat.
Kunjungan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, ke lokasi bencana menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat. Dalam peninjauan itu, ia menyampaikan keprihatinan sekaligus memastikan bahwa bantuan akan segera diberikan.
“Saya berharap bantuan ini bisa segera terealisasi, kalau memungkinkan minggu ini sudah selesai,” ujarnya di hadapan warga.
Namun bagi warga, waktu menjadi faktor krusial. Beberapa di antara mereka berharap proses bantuan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Kepala Desa Burau Pantai, Akmal Jufri, menyebutkan bahwa sejak awal kejadian, berbagai unsur pemerintah telah turun langsung membantu masyarakat.
“Dinas Sosial, BPBD, Satpol PP, hingga Damkar bergerak cepat bersama kami. Bahkan sebagian warga sudah mendapat bantuan awal dari dana operasional desa,” jelasnya.
Data pemerintah desa mencatat sejumlah rumah mengalami kerusakan sedang, di antaranya milik Sangiang, Ismail, Indar, Suaib, Wail, dan Arisal. Sementara kategori rusak ringan dialami oleh Patawari, Mamah, Umar G, Karim, Syam Umar, Siska, dan Ambo Tang.
Pemerintah daerah memastikan bantuan akan diberikan sesuai tingkat kerusakan dan disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima. Sebelumnya, bantuan darurat berupa selimut dan paket sembako juga telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga.
Meski demikian, bagi warga Burau Pantai, pemulihan bukan hanya soal bantuan materi. Trauma akibat bencana dan kekhawatiran akan cuaca ekstrem masih membayangi.
Kini, di tengah puing-puing yang tersisa, harapan mulai dibangun kembali—bahwa bantuan segera datang dan kehidupan bisa kembali berjalan seperti sediakala.