Dari Keluhan Warga ke Aksi Nyata, Jalan Penghubung Luwu Timur Segera Ditangani

Foto: Diskominfo-sp Lutim

Luwu Timur, celebesaktual.id - Di balik hamparan pegunungan dan aktivitas masyarakat Desa Kawata dan Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, terdapat satu ruas jalan yang menjadi urat nadi kehidupan. Ruas Jalan Provinsi Ussu–Nuha–Batas Sulawesi Tengah selama ini menjadi satu-satunya akses vital bagi warga untuk menuju Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Menindaklanjuti kondisi jalan yang sempat menjadi perhatian publik dan diberitakan oleh salah satu media, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Timur mendampingi rombongan Dinas Bina Marga dan Bina Jasa Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dalam kunjungan lapangan, Sabtu (6/12/2025).

Kunjungan ini bukan sekadar agenda teknis, tetapi juga membawa harapan besar masyarakat. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Ir. H. Andi Ihsan, S.T., M.M, turun langsung ke lokasi bersama jajaran pejabat struktural untuk melihat dari dekat kondisi jalan yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga.

Di sela peninjauan, Andi Ihsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan aman sebagai bagian dari visi besar Sulsel Terkoneksi.

“Setelah peninjauan ini, Pemprov segera mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas jalan tersebut. Ini bentuk komitmen kami memastikan jalur strategis ini kembali optimal untuk masyarakat,” tegasnya.

Dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sekretaris Dinas PUPR Lutim, Yusran, S.ST, menyampaikan bahwa penanganan ruas Ussu–Nuha–Beteleme telah masuk dalam rencana kerja Pemerintah Provinsi Sulsel pada awal tahun 2026. Ia menilai langkah ini sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada jalur tersebut.

Lebih lanjut, Yusran menjelaskan bahwa perbaikan jalan ini akan disinergikan dengan program Matano Road Belt, sebuah kolaborasi strategis antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

“Kolaborasi ini merupakan peluang besar untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih tangguh dan terintegrasi. Kami siap mendukung penuh agar prosesnya berjalan efektif,” ujarnya.

Bagi warga Wasuponda, perhatian pemerintah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan secercah harapan agar aktivitas sehari-hari kembali lancar. Jalan yang mulus berarti akses ekonomi terbuka, waktu tempuh lebih singkat, dan rasa aman dalam beraktivitas. Kini, masyarakat menanti realisasi janji tersebut, dengan keyakinan bahwa suara mereka telah sampai dan didengar. ***