DPRD Lutim Dorong Regulasi Bersahabat untuk Kawal Investasi di Kongres XII HMLT Batara Guru

Foto Istimewa.

CELEBESAKTUAL.ID, LUWU TIMUR – Kongres XII Himpunan Mahasiswa Luwu Timur (HMLT) Batara Guru yang berlangsung di Gedung Kecamatan Angkona, Jumat (05/12/2025), resmi dibuka oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menekankan pentingnya kontribusi seluruh pihak dalam membangun Luwu Timur, termasuk mendorong optimalisasi investasi yang masuk ke daerah. Ia menyebut, dinamika dalam proses pembangunan daerah adalah hal yang wajar, namun persatuan tetap dapat terjaga melalui kekompakan dan kolaborasi.

“Silaturahmi, koordinasi, dan komunikasi harus dijalin dengan baik sebagai bagian dari proses berdinamika. Saya sepakat bahwa membangun kolaborasi adalah langkah tepat untuk mengawal investasi daerah dan menyambut investasi sebagai hal positif bagi pembangunan,” ujar Bupati Irwan.

Ia juga menyampaikan bahwa Luwu Timur kini berada dalam fase tahun investasi bersamaan dengan momentum bonus demografi. Kedua hal tersebut, katanya, harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada proyek-proyek strategis yang akan berjalan di Lutim.

Sementara itu, Anggota DPRD Luwu Timur, Juddin Sirat, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi yang bersahabat serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Ia mengajak seluruh organisasi untuk membangun komunikasi yang harmonis demi memperkuat peran sebagai agen perubahan.

“Yang paling penting adalah kita kuat secara referensi dan kuantitas sebagai agen perubahan melalui triple support. Kebersamaan harus terus dijaga sebagai wadah berkontribusi dalam membangun Lutim,” ujar Juddin.

Pada kesempatan yang sama, Senior Koordinator External Relations PT Vale Indonesia, Iskandar Ismail, yang hadir mewakili manajemen, menyampaikan bahwa investasi di Luwu Timur merupakan bagian penting dalam mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera. Ia menegaskan, PT Vale telah memberikan banyak kontribusi bagi daerah, termasuk penyerapan tenaga kerja, keberlanjutan industri, dan transformasi ekonomi.

“Kehadiran HAM Lutim, IPMA Lutim, KNPI, Karang Taruna, dan organisasi pemuda lainnya diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawal implementasi investasi, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja inklusif, penataan infrastruktur yang memperhatikan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui program CSR dan inovasi sosial,” tutupnya.