CELEBESAKTUAL.ID, LUWU TIMUR – Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, mengungkapkan bahwa setiap musim panen, luas area panen di Kabupaten Luwu Timur mencapai sekitar 24.000 hektare. Hal tersebut disampaikan saat Komisi II DPRD Luwu Timur melakukan audiensi bersama Perum Bulog di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
“Namun sekitar 60 persen gabah petani justru diserap oleh pengusaha luar daerah akibat terbatasnya fasilitas pascapanen,” kata Firman di hadapan Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Marga Taufik, beserta jajarannya.
Firman juga memaparkan kondisi kapasitas penyimpanan gabah dan beras di Luwu Timur saat ini, yang dinilai sangat tidak memadai:
1. Gudang Bulog Maleku: 4.000 ton (penuh)
2. Gudang SRG Mangkutana (sewa Pemda): 1.200 ton (penuh)
3. Seluruh gudang penggilingan: ±2.000 ton (penuh)
Menurutnya, total kapasitas penyimpanan yang hanya sekitar 7.000 ton ini sangat jauh dari kebutuhan riil daerah.
“Dengan kapasitas sebesar ini, petani tidak punya banyak pilihan. Harga gabah mudah dimainkan tengkulak, padahal pemerintah telah menetapkan harga Rp 6.500 per kilogram,” jelas Firman.
Karena itu, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur merekomendasikan agar Bulog menambah kapasitas gudang menjadi 10.000 hingga 20.000 ton sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan serapan produksi petani.
Tidak hanya itu, Firman juga mengusulkan pengadaan minimal lima unit penggilingan modern dengan sistem pengeringan (dryer) berkapasitas 120 ton per jam.
“Ini penting karena curah hujan di Luwu Timur sangat tinggi. Petani sangat membutuhkan fasilitas pengeringan modern,” tegasnya.
Firman menjelaskan bahwa dengan area panen 24.000 hektare dan produksi rata-rata 160.000 ton gabah per musim, Luwu Timur menghasilkan sekitar 80.000 ton beras berdasarkan rendemen 50 persen.
“Angka ini menunjukkan betapa vitalnya Luwu Timur dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Berdasarkan pemaparan tersebut, Komisi II berharap audiensi ini dapat menghasilkan keputusan strategis dari Perum Bulog. Penambahan fasilitas penyimpanan dan pengolahan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas harga pangan.
“Petani memegang peran kunci dalam ketahanan pangan. Memperhatikan mereka berarti memastikan masyarakat luas mendapatkan akses pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Petani sejahtera, Luwu Timur juara,” tutup Firman.
Diketahui, audiensi tersebut juga dihadiri Kabid Ketahanan Pangan Darfan dan Kabid Tanaman Pangan Rahmatullah dari Dinas Pertanian Luwu Timur. Sementara itu, tujuh anggota Komisi II turut hadir, yakni Firman Udding, Sarkawi Hamid, Sukasman, Wahidin Wahid, Ambrosius, Andi Surono, dan Wayan Suparta.