Luwu Timur, celebesaktual.id - Menjelang azan magrib berkumandang pada Ahad (8/3/2026), suasana tenang di Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur mendadak berubah menjadi kepanikan. Angin puting beliung datang tanpa aba-aba, menyapu permukiman warga dan merusak sejumlah rumah hanya dalam hitungan menit.
Bagi warga, momen yang seharusnya diisi dengan persiapan berbuka puasa justru menjadi saat menyelamatkan diri dan keluarga. Atap rumah beterbangan, dinding bergoyang, dan beberapa warga berlarian keluar rumah demi menghindari reruntuhan. Meski demikian, di tengah kekacauan itu, tidak ada laporan korban jiwa—sebuah kabar yang disyukuri banyak pihak.
Di sisi lain, respons cepat ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan dari Dinas Sosial P3A, BPBD, Damkar, dan Satpol PP langsung bergerak menuju lokasi. Mereka tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memastikan kondisi warga tetap aman dan terkendali.
Kepala Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Masdin, yang turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa kehadiran tim merupakan bagian dari instruksi langsung pimpinan daerah. Ia bersama tim melakukan assessment sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa setempat.
Hingga malam hari, data sementara mencatat sedikitnya 15 rumah warga terdampak. Selain kerusakan fisik pada bangunan, putusnya kabel listrik turut memperparah kondisi, membuat sebagian wilayah mengalami pemadaman.
Namun, di tengah keterbatasan itu, solidaritas warga tampak menguat. Beberapa warga saling membantu membersihkan puing dan memastikan tetangga mereka dalam kondisi aman. Pemerintah daerah pun bergerak menyiapkan bantuan darurat berupa terpal, selimut, dan bahan makanan yang direncanakan akan disalurkan keesokan harinya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat datang kapan saja, bahkan di saat-saat yang tidak terduga. Masdin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang belakangan kerap terjadi secara tiba-tiba.
Bagi warga Burau Pantai, malam itu bukan sekadar tentang bencana, melainkan tentang ketahanan dan kebersamaan dalam menghadapi ujian yang datang di penghujung hari. ***