Harga Gabah Jatuh di Bawah HPP, Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Jihadin Paruge Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Foto Istimewa.

CELEBESAKTUAL.ID, LUWU TIMUR - Merasa dirugikan akibat rendahnya harga pembelian gabah yang tidak sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP), para petani di Kabupaten Luwu Timur menyampaikan keluhan mereka. Berdasarkan data yang diterima, sejumlah petani terpaksa menjual gabah dengan harga jauh di bawah HPP, yakni hanya sekitar Rp 6.500 per kilogram.

Menanggapi persoalan ini, Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Paruge, angkat bicara dan menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami para petani.

"Saya sangat prihatin melihat keadaan ini. Pemerintah harus lebih fokus melakukan pengawasan terhadap para pengusaha atau pembeli agar harga yang berlaku tidak merugikan petani," ujar Jihadin, Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, diperlukan sinergi kuat antara seluruh pihak untuk menciptakan stabilitas harga di sektor pertanian.

"Seharusnya ada kerja sama antara petani, pemerintah, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur," tambahnya.

Ia juga berharap pemerintah bersama DPRD dapat memperketat pengawasan harga gabah agar tetap sesuai dengan ketetapan dan tidak bergerak liar di pasaran.

"Kami berharap pemerintah dan rekan-rekan di DPRD dapat bersama-sama memastikan harga gabah tetap stabil sesuai ketentuan," pungkasnya.