celebesaktual.id – Luwu Timur, PT Aserra Ferolindo Sejahtera melayangkan undangan resmi kepada Bupati Luwu Timur, Budiman, untuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian komoditas nikel di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Acara ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 22 Januari 2025 pukul 09.00 WIB.
Surat undangan bernomor 002/AFS-LGL/I/2025, tertanggal 14 Januari 2025, ditandatangani oleh Direktur PT Aserra Ferolindo Sejahtera, Suhartawan Sosrosaputro. Namun, langkah ini memunculkan tanda tanya besar, terutama karena Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur baru akan menggelar rapat bersama SKPD terkait hari ini, 17 Januari 2025, untuk membahas kelanjutan kerja sama dengan perusahaan tersebut.
Herawan, salah seorang warga Luwu Timur, mempertanyakan langkah cepat PT Aserra. “Ini lucu, PT Aserra lebih dulu mengundang Bupati untuk penandatanganan PKS, padahal Pemda baru akan membahas kelanjutan kerja sama ini bersama SKPD,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan tanggal antara surat undangan PT Aserra (14 Januari) dan surat undangan rapat Pemda ke SKPD (16 Januari). “Ada apa ini? Coba kita lihat, kok seperti terburu-buru,” tambah Herawan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Timur, Bahri Suli, mengaku belum menerima surat undangan dari PT Aserra. “Belum masuk mungkin,” katanya saat dimintai keterangan. Ia menjelaskan bahwa rapat Pemda hari ini adalah tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemda dan PT Aserra terkait pemanfaatan lahan Pemda di Lampia.
Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PT Aserra, Zainal Abidinsyah Siregar, tidak memberikan respons meski teleponnya aktif.
Di sisi lain, situasi politik di Luwu Timur turut memanas. Pada 13 Januari 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur menggelar rapat paripurna dengan agenda pengusulan pemberhentian Bupati Budiman dan Wakilnya, Akbar Andi Laluasa, yang menjabat sejak Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020.
Pertanyaan besar yang muncul kini adalah apakah langkah cepat PT Aserra memiliki kaitan dengan dinamika politik di Luwu Timur, atau sekadar percepatan program investasi? Publik akan menanti perkembangan selanjutnya. ***
Berikan Komentar