Luwu Timur, celebesaktual.id - Ada momen yang tak biasa dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kecamatan Wasuponda. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, usai memimpin upacara, memutuskan meninjau langsung SMPN 1 Wasuponda—sekolah yang dahulu pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu, Jumat (2/5/2025).
Dengan balutan kemeja putih dan langkah tenang, Irwan menyusuri setiap sudut sekolah. Bukan sekadar kunjungan formalitas, tapi lebih mirip perjalanan mengenang masa lalu. Saat tiba di salah satu ruang kelas, ia berhenti sejenak. Tatapannya mengarah ke papan tulis yang sudah usang, dinding yang memudar, dan bangku-bangku tua yang mulai rapuh.
“Kelas ku dulu ini, kelas ku,” ucap Irwan dengan suara yang nyaris bergetar. Para guru yang mendampinginya pun tersenyum, ikut merasakan kedekatan emosional pemimpin daerah mereka terhadap tempat itu.
Namun kenangan indah itu tak bisa menyembunyikan realita. Irwan juga tak menutupi kekhawatirannya saat melihat beberapa bangunan sekolah yang tampak tak terawat. “Kotor ini sekolah, kayak tidak terawat,” katanya jujur, namun tidak dengan nada menyalahkan.
Ia lalu mendekati para tenaga pengajar dan menanyakan kondisi fasilitas, termasuk kursi, meja, dan ruang belajar. Para guru mengaku telah lama mengusulkan perbaikan, tapi belum mendapat tanggapan.
Tak menunggu waktu lama, Irwan langsung mengeluarkan ponsel pribadinya dan menghubungi salah seorang kepala dinas. “Pak kadis, tidak masuk ini SMP Wasuponda rehab?” tanyanya tegas tapi tenang.
Di akhir kunjungannya, Irwan meminta pihak sekolah untuk segera membuat daftar bangunan mana saja yang harus diperbaiki. “Tolong dibuatkan list-nya, kita akan tindak lanjuti,” ujarnya sebelum meninggalkan lokasi.
Langkah spontan dan penuh kepedulian itu menjadi simbol bahwa bagi Irwan, pendidikan bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan, tapi bagian dari perjalanan hidup yang layak diperjuangkan. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi ruang kenangan, harapan, dan masa depan. ***