Luwu Timur, celebesaktual.id— Dalam menghadapi berbagai tantangan implementasi sistem rujukan BPJS Kesehatan di lapangan, RSUD I Lagaligo menggelar sosialisasi internal yang bertujuan memperkuat pemahaman dan sinergi antarunit pelayanan. Kegiatan ini berlangsung di Aula RSUD I Lagaligo pada Kamis (22/5), sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi antara Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Sosialisasi yang difasilitasi oleh Bidang Pelayanan Medik ini menjadi momentum penting bagi para tenaga medis dan pejabat struktural rumah sakit untuk menyatukan pemahaman dan strategi dalam menghadapi dinamika layanan pasien peserta BPJS, terutama terkait sistem rujukan yang masih kerap disalahpahami oleh masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Medik, Suhelmi, S.Si., Apt., M.Kes.—yang akrab disapa Ibu Emy—menyoroti bahwa sistem rujukan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari sistem pelayanan yang bertujuan menjaga efektivitas dan efisiensi layanan. Ia mengakui, di lapangan sering muncul gesekan akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap alur yang berlaku.
“Penyampaian kita harus terus menerus, meski berulang. Masyarakat berhak tahu, dan kita bertugas untuk menjelaskan dengan cara yang mudah dimengerti,” ujarnya, sembari mengajak para petugas untuk mengedepankan empati dalam berkomunikasi.
Sementara itu, Kepala Seksi Keperawatan, Punarti, SKM., M.Ter.Adm.Kes, menekankan pentingnya bahasa pelayanan yang lembut dan profesional dalam merespons pertanyaan maupun keluhan pasien.
“Sering kali masalah bukan pada informasi, tapi pada cara kita menyampaikannya. Maka, tunjukkan empati, jaga etika, dan hadirkan rasa aman kepada pasien,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penunjang Medik, Yeremia Pratama, SKM., M.Ter.Adm.Kes, serta tim poliklinik dan Humas RSUD I Lagaligo, yang turut terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi kasus nyata yang kerap dihadapi di ruang pelayanan.
Mengakhiri kegiatan, Suhelmi menyampaikan pesan moral yang menyentuh, bahwa pelayanan kesehatan sejatinya adalah bentuk ibadah sosial yang harus dilandasi keikhlasan dan integritas.
“Pahala bukan hanya dari hasil, tapi dari niat dan proses melayani. Mari jaga semangat ini agar kita bisa terus menjadi bagian dari solusi,” tutupnya.
Dengan kegiatan ini, RSUD I Lagaligo berharap mampu memperkuat kolaborasi lintas unit serta menciptakan pola komunikasi yang harmonis, baik secara internal maupun eksternal, dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih ramah bagi masyarakat peserta BPJS.