Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena Marzaqah dan Annisa merupakan satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Luwu Timur yang berhasil menembus tahap nasional. Sebelum dinyatakan lolos, keduanya harus melewati seleksi administrasi yang ketat serta mengikuti pembelajaran daring selama kurang lebih dua bulan dengan penuh disiplin dan komitmen.
Guru pembimbing, Ilmal, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian dua siswinya tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan ruang, pembinaan, dan kepercayaan.
“Ini adalah hasil kerja keras, disiplin, dan konsistensi mereka selama proses seleksi maupun pembelajaran daring,” ungkap Ilmal.
Hal senada juga disampaikan Kepala UPT SMPN 2 Malili, Hj. Mardiah As’ad. Ia mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh kedua siswinya dan menilai capaian tersebut sebagai kebanggaan tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi masyarakat Luwu Timur.
“Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh ananda Marzaqah dan Annisa. Ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga kebanggaan masyarakat Luwu Timur. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Hj. Mardiah.
Sementara itu, Marzaqah dan Annisa juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan mereka. Keduanya merasa bangga dapat mewakili sekolah dan daerah, serta bertekad memanfaatkan kesempatan pelatihan ini sebaik mungkin demi membanggakan orang tua dan sekolah.
“Ini menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan saya di bidang coding dan kecerdasan artifisial,” ungkap salah satu dari mereka.
Prestasi yang diraih Marzaqah dan Annisa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang teknologi dan inovasi digital yang semakin dibutuhkan di masa depan. ***