Luwu Timur, celebesaktual.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram setelah muncul laporan kenaikan harga dan indikasi kelangkaan di sejumlah wilayah.
Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Luwu Timur bahkan menurunkan tim khusus yang melibatkan pemerintah kecamatan hingga aparat desa untuk memantau langsung penyaluran gas subsidi di tingkat pangkalan.
Kepala Disdagkop UKM Luwu Timur, Senfry Octovianus, mengatakan situasi di lapangan mulai menunjukkan gejala meningkatnya tekanan permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Sudah ada laporan harga LPG 3 kilogram naik di tingkat masyarakat dan mulai muncul kelangkaan di beberapa titik. Karena itu pengawasan diperketat agar distribusi tetap terkendali,” ujar Senfry, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dinas, tetapi juga melibatkan camat, lurah, kepala desa, hingga agen distributor agar jalur distribusi dapat dipantau secara menyeluruh.
Setiap suplai LPG yang masuk ke pangkalan akan diawasi langsung oleh aparat wilayah masing-masing guna mencegah adanya permainan distribusi maupun penjualan di atas harga yang telah ditentukan.
Senfry menegaskan pangkalan yang terbukti melanggar aturan penjualan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momentum Idul Adha untuk mengambil keuntungan dengan menaikkan harga atau menahan stok,” katanya.
Koordinasi pengawasan mulai digerakkan melalui jaringan komunikasi pemerintah kecamatan. Para camat diminta segera meneruskan instruksi kepada pemerintah desa dan kelurahan agar pengawasan dapat berjalan serentak.
Selain itu, seluruh aparatur Disdagkop UKM juga diperintahkan turun langsung ke lapangan untuk memantau distribusi di tiap kecamatan.
“ASN Disdagkop UKM disiagakan untuk memantau pangkalan penerima suplai tabung gas,” lanjut Senfry.
Di sisi lain, agen distributor diwajibkan melaporkan daftar pangkalan penerima suplai LPG 3 kilogram yang dijadwalkan menerima distribusi pada 26 Mei 2026. Data tersebut akan digunakan sebagai acuan pengawasan bersama antara dinas, kecamatan, dan pemerintah desa.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG subsidi di pangkalan resmi dan sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata selama momentum Idul Adha.