Kegiatan ini melibatkan pengelola perpustakaan desa bersama aparat desa dari sejumlah wilayah, di antaranya Desa Tampinna, Benteng, Mekar Sari, Balai Kembang, Beringin Jaya, Menunggal, Mahalona, Rinjani, Ledu-Ledu, serta Kelurahan Malili.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Drs. Aksar Tahir yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur. Dalam sambutannya, ia menyoroti perkembangan program TPBIS di Luwu Timur yang mengalami peningkatan sejak pertama kali dijalankan pada 2022.
Ia menjelaskan, jumlah desa penerima bantuan program terus bertambah setiap tahun. Pada 2023, program menyasar empat desa, kemudian meningkat menjadi lima desa pada 2024. Tahun berikutnya, bantuan diberikan kepada dua desa dan satu komunitas literasi. Memasuki 2026, sebanyak 16 desa memperoleh dukungan penuh Program TPBIS.
Menurut Aksar Tahir, perkembangan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, perpustakaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta dukungan pembinaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Perpustakaan desa saat ini memiliki peran yang lebih luas, bukan hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas masyarakat,” ujarnya.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi penguatan pengelolaan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan strategi pengembangan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Materi disampaikan oleh dua pelatih ahli TPBIS, yakni H. Nasaruddin, S.Ag., M.Sos.I. dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Ira Widyastuti, S.Kom. dari Kabupaten Luwu Utara.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Suliati, menuturkan bahwa peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan menjadi fokus penting dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, perpustakaan desa perlu dikelola secara lebih inovatif agar mampu berfungsi sebagai pusat informasi, tempat belajar masyarakat, sekaligus ruang pemberdayaan yang terbuka bagi semua kalangan.
“Perpustakaan harus bisa menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga,” kata Suliati. ***