celebesaktual.id - LUWU TIMUR, Melalui tiga perwakilannya, ratusan petugas pintu air pengairan persawahan di Luwu Timur menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka kepada sejumlah wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Warkop Regency, Puncak Indah Malili, Kamis (26/9). Dalam kesempatan tersebut, tiga UPTD: Kalaena, Kalaena Kiri, dan Kalaena Kanan, secara bergantian mengungkapkan kronologi perjuangan mereka selama puluhan tahun.
Widodo, perwakilan UPTD Kalaena, menyatakan bahwa dirinya bersama ratusan rekan-rekannya telah berupaya memperjuangkan nasib mereka di tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pemerintah pusat. Namun, perjuangan tersebut hingga kini belum mendapat perhatian yang layak. "Kami sudah menyampaikan aspirasi ke berbagai pihak, namun selalu diabaikan," ujarnya.
Menurut Widodo, petugas pintu air yang berada di bawah kewenangan Provinsi Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian PUPR telah memperjuangkan perubahan nasib mereka sejak tahun 2005. Berbagai upaya dilakukan, termasuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah kabupaten dan Pemprov Sulsel, namun hasilnya masih nihil.
"Padahal kami adalah ujung tombak keberhasilan pertanian di Sulsel, khususnya di Luwu Timur. Kami juga berperan penting dalam menjaga dan mempertahankan ketahanan pangan," tambahnya.
Petugas pintu air Luwu Timur berharap mereka mendapatkan kesetaraan dan hak yang sama seperti pekerja lain yang telah diangkat menjadi PPPK atau ASN. "Kami hanya ingin kesetaraan. Mengapa unit kerja lain diberikan ruang dan kuota, sedangkan kami tidak?" tanya Widodo.
Dia juga mengungkapkan kekecewaannya atas janji-janji yang pernah disampaikan. "Beberapa tahun lalu kami diminta untuk mengumpulkan berkas, dan kami diberi harapan. Namun, sampai sekarang, informasi itu seperti hilang begitu saja," tutupnya dengan nada kesal.
Perjuangan para petugas pintu air ini terus berlanjut, dan mereka berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka dengan tindakan nyata.***