celebesaktual.id — LUWU TIMUR, Program tiga kartu sakti yang diusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Ibas-Puspa, kembali menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Program tersebut, yang mencakup Kartu Lansia, Kartu Kesejahteraan, dan Kartu Pendidikan, menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Najamuddin, selaku Tim Kampanye pasangan Ibas-Puspa, menegaskan bahwa seluruh program yang dipresentasikan oleh pasangan calon ini telah melalui proses resmi dan sesuai prosedur di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sebelum orang menjadi calon bupati, berkas visi-misinya harus dimasukkan dulu ke KPU. Itu sudah prosedur yang baku,” tegas Najamuddin dalam sebuah pernyataan.
Najamuddin juga menambahkan bahwa visi-misi yang diajukan akan diselaraskan dengan rencana kerja pemerintah daerah dan dievaluasi dari sisi kemampuan anggaran. "Jika tidak sesuai, maka visi-misi tersebut tidak akan lolos. Semua proses ini melibatkan ahli yang akan mengkaji apakah program tersebut layak dan memenuhi syarat," tambahnya.
Setelah melalui tahapan KPU, visi-misi ini juga dikonsultasikan kepada masyarakat untuk mendapatkan tanggapan. “Ada satu minggu waktu yang disediakan KPU untuk menerima tanggapan dari masyarakat. Jika ada yang merasa keberatan, disitu waktunya untuk protes, jangan sekarang baru protes,” jelas Najamuddin.
Meskipun demikian, kritik terhadap salah satu bagian dari program, yakni Kartu Lansia, tetap muncul. Beberapa pihak menilai implementasi kartu ini akan sulit di lapangan. Namun, tim kampanye Ibas-Puspa tetap optimis bahwa program tersebut telah melalui kajian matang dan akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Luwu Timur.
“Kami yakin bahwa program ini dapat memberikan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia,” pungkas Najamuddin. ***