Menariknya, pelajar dari SMAN 1 Malili turut dilibatkan sebagai pembimbing dalam proses belajar, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca, tetapi juga ruang kreatif yang membuka kesempatan kolaboratif antar pelajar.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Drs. Askar, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat. Selain berfungsi menyediakan informasi, perpustakaan juga menjadi ruang berkegiatan, berinovasi, hingga sarana wisata pemikiran bagi masyarakat.

PT CLM sebagai mitra kegiatan menyampaikan komitmennya terhadap penguatan literasi dan pemberdayaan masyarakat. Perwakilan Manajemen PT CLM, Fauzi Lukman, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal dari program pemberdayaan masyarakat yang akan terus berlanjut hingga tahun 2029. Melalui kerja sama seperti ini, diharapkan masyarakat dapat terus meningkatkan kapasitas diri untuk menuju Luwu Timur yang maju dan sejahtera.
Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 9 anak, namun bertambah menjadi 12 peserta pada hari pelaksanaan. Seluruh peserta merupakan pelajar kelas 4 hingga kelas 6 SD dari wilayah sekitar Kota Malili.
PIC TPBIS Kabupaten Luwu Timur sekaligus Pustakawan Muda, Aristu Frisian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperluas fungsi perpustakaan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan bakat seni sekaligus kesempatan berbagi kemampuan antara pelajar. Ia berharap keberlanjutan kegiatan dapat terus memperkuat budaya belajar dan kreativitas di lingkungan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, perpustakaan hadir sebagai ruang inklusif yang membuka peluang berkembangnya bakat, minat, dan potensi masyarakat, khususnya anak-anak di Luwu Timur. ***