Ramadan Penuh Kepedulian, Polres Luwu Timur Gandeng Mahasiswa dan Ormas Berbagi Takjil

Foto: Humas Polres Luwu Timur

Luwu Timur, celebesaktual.id – Sore itu, Jumat (27/2) sekitar pukul 17.00 WITA, suasana di depan Pos 700 Satuan Lalu Lintas mendadak terasa berbeda. Di tengah lalu lintas kendaraan yang mulai padat menjelang waktu berbuka puasa, senyum ramah para personel kepolisian, mahasiswa, dan anggota organisasi kemasyarakatan menyambut setiap pengendara yang melintas.

Ratusan paket takjil dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Di balik seragam cokelat yang tegas, terselip sapaan hangat dan doa tulus agar perjalanan para pengendara senantiasa aman hingga tiba di rumah untuk berbuka bersama keluarga.


Kegiatan berbagi takjil tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajriadi, didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Luwu Timur. Turut hadir pula tokoh masyarakat serta perwakilan berbagai organisasi dan elemen kepemudaan di Kabupaten Luwu Timur, di antaranya Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Luwu Timur, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Luwu Timur, serta Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMA) sebagai perwakilan mahasiswa.

Di bawah langit senja yang perlahan berubah jingga, satu per satu paket takjil berpindah tangan. Ada pengendara ojek online yang tersenyum lebar sambil mengucap terima kasih, ada pula seorang bapak paruh baya yang terlihat terharu karena tak perlu lagi terburu-buru mencari makanan untuk berbuka di perjalanan.

Dalam keterangannya, Kompol Hajriadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan pembuka puasa. Lebih dari itu, ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan.

“Momentum Ramadan ini mengajarkan kita untuk saling berbagi dan mempererat silaturahmi. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap berbagi,” ujarnya.


Kehadiran mahasiswa dan ormas dalam kegiatan tersebut menjadi simbol indahnya kolaborasi. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan latar belakang—yang ada hanyalah semangat kebersamaan. Mereka berdiri berdampingan, menyodorkan takjil, menyapa pengendara, dan sesekali berbagi canda ringan di sela-sela kegiatan.

Bagi masyarakat yang melintas, aksi sederhana itu membawa kesan mendalam. Di tengah rutinitas dan kesibukan, perhatian kecil seperti ini mampu menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan.

Menjelang azan Magrib, kegiatan pun berakhir dengan penuh kehangatan. Meski takjil telah habis dibagikan, semangat kebersamaan yang terbangun sore itu terasa masih tinggal—menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan empati.

Di depan Pos 700 Sat Lantas, sore itu, Ramadan terasa begitu hidup—bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam aksi nyata berbagi untuk sesama.