Siswi SMAN 4 Luwu Timur Wakili Dapil III ke Parlemen Remaja 2025

Foto: Diskominfo-sp Lutim

Luwu Timur, celebesaktual.id - Rabu pagi di kediaman Bupati Luwu Timur terasa berbeda. Di ruang tamu yang hangat, sebuah kebanggaan kecil namun berarti tumbuh. Bupati Irwan Bachri Syam menyambut Ivonny, siswi SMAN 4 Luwu Timur, yang akan terbang ke Jakarta untuk mengikuti Parlemen Remaja 2025—sebuah perjalanan yang mungkin baru dimulai, tapi membawa harapan besar dari tanah kelahirannya.

Di usianya yang masih 16 tahun, Ivonny telah menapaki proses panjang seleksi selama sebulan. Ia menyusun portofolio, memaparkan prestasi, menunjukkan aktivitas organisasinya, menulis esai mengenai Transisi Energi Terbarukan, dan mengubah gagasannya menjadi video kreatif. Dari proses itu, ia terpilih sebagai satu dari enam wakil dapil III Sulawesi Selatan, sekaligus satu-satunya dari Luwu Timur.

“Saya bangga sekali,” ujar Bupati Irwan dengan senyum hangat. “Ini bukti bahwa anak daerah bisa bersuara di tingkat nasional jika diberi ruang dan kesempatan.”

Bagi Bupati, keberhasilan Ivonny bukan hanya tentang pundak yang membawa nama sekolah atau keluarga. Ia membawa nama Luwu Timur—nama tanah di mana mimpi-mimpi sering dimulai dengan sederhana.

Kepala SMAN 4 Lutim, Adam, yang menemani Ivonny, menyebut pencapaian ini sebagai bukti dari keberanian dan ketekunan. “Ivonny menunjukkan bahwa dengan semangat dan usaha yang konsisten, anak-anak daerah mampu melangkah jauh,” ucapnya.

Namun Ivonny sendiri mengakui, perjalanan itu tidak selalu penuh keyakinan. “Awalnya saya ragu,” katanya pelan. “Tapi saya ingin mencoba dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah.”

Di Jakarta nanti, pada 3–7 November 2025, Ivonny akan memasuki Gedung Senayan untuk merasakan langsung bagaimana sebuah keputusan negara dirumuskan—melalui simulasi rapat, diskusi bersama anggota DPR, hingga kunjungan lembaga.

Sebelum berpamitan, Bupati Irwan menepuk pundaknya dan berpesan, “Nikmati prosesnya. Belajar yang banyak. Jadilah inspirasi.”

Langkah Ivonny mungkin terlihat kecil. Tapi seperti doa pagi itu, ia berjalan dengan harapan besar. Dari Luwu Timur menuju Senayan—membawa suara anak daerah agar ikut didengar oleh negeri. ***