celebesaktual.id - LUWU TIMUR, Sebanyak 26 dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Wotu terancam melakukan mogok kerja setelah insentif mereka tidak dibayarkan selama enam bulan terakhir, yaitu dari Maret hingga Agustus 2024. Ancaman ini menjadi sorotan publik karena dapat memengaruhi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Para dokter spesialis yang selama ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan di rumah sakit terbesar di Wotu ini menyatakan ketidakpuasan mereka melalui surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Direktur RSUD I Lagaligo Wotu. Dalam surat tersebut, mereka meminta klarifikasi dan kepastian mengenai pembayaran insentif mereka yang tertunda.
Ironisnya, Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai salah satu daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbesar di Sulawesi Selatan. Pada anggaran perubahan tahun ini, APBD Kabupaten Luwu Timur bahkan mencapai angka fantastis, lebih dari Rp 2 triliun. Namun, insentif sebesar Rp 2 miliar yang seharusnya diterima oleh para dokter spesialis ini justru belum dipenuhi.
Dalam pernyataan sikap tersebut, para dokter mendesak agar Direktur RSUD Wotu memberikan penjelasan secara terbuka dan tertulis terkait kapan insentif mereka akan dibayarkan. Mereka juga menuntut adanya jaminan pemenuhan hak-hak mereka sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 395 F – 04 XII Tahun 2023 tentang penetapan standar biaya masukan untuk tahun anggaran 2024, khususnya pada poin nomor 2.27.
Ancaman mogok kerja ini berpotensi menjadi yang pertama kali terjadi sejak Luwu Timur menjadi daerah otonom. Salah seorang warga Wotu yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekhawatirannya, "Jika para dokter benar-benar mogok, ini bisa menjadi ancaman serius bagi layanan kesehatan masyarakat di Bumi Batara Guru."
Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan konfirmasi dari Direktur RSUD I Lagaligo Wotu, Dr. Wela. Upaya untuk menghubunginya melalui telepon juga belum membuahkan hasil, dengan panggilan yang tidak tersambung.
Situasi ini terus berkembang, dan masyarakat Luwu Timur berharap agar masalah ini segera diselesaikan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan normal tanpa gangguan.***
Berikan Komentar